Aku paling benci dengan keadaan ini. Dimana aku harus menunggu tanpa kepastian. Dimana aku harus menunggu dengan hati berdebar-debar tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Aku paling tidak suka kalau jantungku berdebar-debar seperti ini. Sepertinya suamiku sedang menyembunyikan sesuatu dan aku tidak suka menjadi orang yang tidak tahu.
Aku menunggu kepulangan suamiku yang tidak jelas kemana perginya. Belum cukup larut karena baru jam 12.30 pagi tapi dia sudah pergi tanpa kabar selama 4,5 jam dan ternyata membohongiku dengan siapa dia pergi tadi siang. Jadi dia sudah pergi tanpa kabar selama 14,5 jam. Aku tidak suka kalau seseorang pergi tanpa kabar seperti ini, seperti sedang mengerjakan sesuatu yang aku tidak boleh tahu. Dan aku paling benci menjadi orang yang tidak tahu apalagi tidak tahu tentang keberadaan suamiku saat ini. Seorang istri harus mengetahui dimana suaminya berada walaupun mungkin dibohongi tapi yang penting dia tahu.
Aku matikan lagu-lagu yang dari tadi kupasang di playerku karena semakin lama lagu-lagu itu membuatku tambah senewen. Lebih baik aku mendengar deru-deru motor yang masih berlalu lalang diwaktu seperti ini. Lagu-lagu itu membuatku tidak bisa mendengar kalau-kalau ada suara pagar yang didorong atau suara langkah suamiku yang seperti tergesa-gesa padahal tidak.
Sekarang keadaan sudah sunyi senyap. Anak-anakku yang seharian penuh dengan keceriaan dan keributan sudah terlelap di ranjang mereka.
Ah…ada suara kunci ditaruh di atas meja. Berarti suamiku sudah pulang. Benar suamiku sudah pulang.
Suamiku sudah pulang. Aku pikir dia tidak akan pulang hari ini. Tetapi dia pulang. Akan kutanyakan kemana saja dia seharian.
Aku mohon, suamiku, jangan berbohong. Jangan membohongiku karena aku seorang istri. Seorang istri tidak suka dibohongi apalagi oleh suaminya. Seorang istri lebih suka dibohongi oleh sales kosmetik atau tukang sayur daripada oleh suaminya.
Sudahlah, aku mau bertanya dulu pada suamiku.
Rabu, 02 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar